Sejarah Kageogama

0
34

Kageogama, Kangen-kangenan Bermanfaat

Keterikatan alumni dengan almamater tidak pernah tergoyahkan. Meski ada masa-masa pasang surut, tetapi kerinduan untuk selalu berbuat sesuatu kepada almamater tak pernah pupus. Begitu pula pada diri almuni Teknik Geologi UGM. Keterikatan sudah mulai terajut sejak lulusan angkatan pertama.

Selama puluhan tahun keterikatan alumi dan almamater diekspresikan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan keduanya. Kegiatan alumni mulai dari kumpul-kumpul hingga kunjungan ke kampus sudah menjadi agenda rutin. Begitu pula sharing ilmu ke kampus untuk mahasiswa, bahkan hingga menggalang dana untuk memberikan beasiswa serta meringankan beban mahasiswa dengan “student care”.

Menjelang pertengahan 2014, ketika usia Teknik Geologi sudah menapaki 55 tahun, terpikir untuk melembagakan alumni. Salah satu tujuannya adalah agar kegiatan yang selama ini sporadis dan cenderung per angkatan, bisa disatukan dalam satu wadah besar. Maka berkumpul puluhan alumni di sebuah restoran di kawasan SCBD Jakarta untuk mengeksekusi gagasan tersebut. Kebetulan saat itu sedang ada pertemuan tahunan IPA, sehinga banyak alumni dari berbagai kota yang bisa hadir.

Rapat pembahasan embrio keluarga alumni itu berjalan dengan penuh ger-geran. Nyaris tidak ada sekat antara angkatan senior dengan yang yunior. Pada akhir acara dibentuk care taker yang terdiri atas Rovicky Dwi Putrohari sebagai ketua, dengan anggota Sugeng Sapto Surjono, Intan Kemala Dewi, dan Adi Maryono. Care taker ini ditugaskan untuk memfasilitasi pembentukan pengurus, menyusun draft AD-ART (Anggaran Dasar-Anggaran Rumah Tangga) dan persiapan lainnnya.

Tim care taker bekerja dengan optimal. Dan ketika semuanya sudah siap dirancanglah sebuah deklarasi untuk membentuk organsasi alumni. Nama yang disepakati adalah Kageogama (Keluarga Alumni Geologi Gadjah Mada). ‘’Hari lahir Kageogama dinyatakan pada saat Deklarasi Kageogama pada 10 September 2015, yang dihadiri oleh wakil alumni, wakil angkatan serta wakil dari Jurusan Teknik Geologi,’’ kata Rovicky.

Setelah mendeklarasikan Kageogama, para wakil alumni melanjutkan dengan pembentukan organisasi serta mengesahkan dan mendiskusikan draft AD/ART yang sebelumnya disusun oleh Care Taker Kageogama. Pada saat itu juga telah memilih ketua umum, serta menunjuk sekretaris jendral (Adi Maryono), dan bendahara umum (Intan Kemala Dewi).

Pengukuhan kepengurusan dilaksanakan pada 14 Oktober 2015 di Kampus Teknik Geologi UGM dalam acara Gala Dinner Geoweek 2015. Pengukuhan ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pemukulan gong sebagai representasi rasa syukur dan awal era baru Kageogama.

Prosesi pengukuhan oleh Wakil Katgama (Keluarga Alumni Teknik Gadjah Mada) Aki Adhisakti disaksikan oleh Rektor Universitas Gadjah Mada Dwikorita Karnawati, Dekan Fakultas Teknik Panut Mulyono, Ketua Departemen Teknik Geologi, Sugeng Sapto, dan Ketua Umum IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) Sukmandaru Prihatmoko serta seluruh yang hadir dalam acara Gala Dinner.

Keberadaan Kageogama adalah untuk memberikan formalitas kegiatan, serta perlunya kampus geologi UGM untuk melakukan “tracking alumni”, hubungan relasional kampus dengan alumni, yang semua informasi ini akan dipergunakan dalam akreditasi kampus. Keterlibatan alumni yang sukses dalam berprofesi juga sudah seringkali menjadi nara sumber bagi Departemen Teknik Geologi dalam penyusunan kurikulum. Tentunya sumbangan alumni seperti ini harus diformalkan sehingga ada kesinambungan.
Saat ini Kageogama sudah memiliki Akta Notaris, berbadan hukum dan sudah sah didaftarkan di Kemenkumham. Artinya secara kelembagaan sudah resmi, memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) dan Rekening Bank atas nama organisasi. Konsekuensinya perlunya Kageogama untuk terus taat memenuhi kewajiban organisasi termasuk didalamnya adalah melaporkan ke kantor pajak bila ada transaksi finansial.
Kegiatan Kageogama bisa dibagi dua menjadi kegiatan riil dan kegiatan virtual. Di kegiatan riil pernah menyelenggarakan talk show tentang pertembangan Freeport berkolaborasi dengan IAGI dan MGEI (Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia). Kemudian di kampus menyelenggarakan Workshop GeoMigas, Minovation – International Mining Workshop, serta Workshop Geothermal. Pada 2016 juga diselenggarakan syawalan sekaligus reunian di kantor PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) yang dihadiri ratusan alumni.
Kegiatan virtual dengan diskusi melalui WhatsApp Group (WAG) merupakan kegiatan virtual yang paling rame dan gayeng. Berdiskusi santai ala Geo-Pincukan dan GeoKebun, juga hal serius di GeoMigas, GeoPabum, HardRocker, sampai bicara Geo-Preneur, GeoCoffee, GeoWisata serta GeoArkeologi, bahkan diskusi GeoEsport bicara computer game. Dan yang tidak kalah seru adalah GeoPolitik dan GeTax. Dan saat ini lebih dari 20 WAG yang dikelola Pengurus Pusat Kageogama. Sedangkan setiap angkatan juga memiliki WAG sendiri-sendiri.
Tanpa terasa kepengurusan Rovicky hampir berakhir. Maka pada Maret-April 2018 dilakukan pemilihan ketua baru. Pemilihan dilakukan dengan cara online, yakni anggota alumni tinggal kirim SMS atau WA dengan menyebut nama, angkatan, dan siapa yang dipilih. Boleh jadi, ini merupakan Pemilu pertama secara online yang diselenggarakan oleh ikatan alumni. Beberapa bulan kemudian Ikatan Alumni Geodesi UGM juga mengadopsi sistem pemilihan ketua secara online ini.

Antusiame dalam pemilihan ketua Kageogama tampak begitu tinggi, baik jumlah kandidat maupun dari jumlah pemilih. Dari sisi kandidat ada empat orang yang mendaftar sebagai calon ketua dari berbagai angkatan yakni Anif Punto Utomo, Endra Triyana, Widodo Nugroho, dan Djoko Anindityo. Tim sukses masing-masing kandidat aktif mengkampanyekan calonnya, sehingga mengobarkan semangat alumni untuk berpartisipasi menjadi pemilih.

Pemilihan berlangsung sekitar dua pekan di mana setiap alumni memiliki hak suara untuk disampaikan lewat WA atau SMS. Jika Komisi Pemilihan Umum –yang diketuai Amin Ahlun Naar– sudah mengenal dengan baik pengirim suara, langsung dimasukkan ke kotak suara. Tapi jika masih agak ragu, maka akan dikonfirmasikan ke ketua angkatan. Sampai hari terakhir tercatat 1.003 suara yang masuk.

Perhitungan suara dilakukan bersamaan dengan acara Pincukan di Kledung, Temanggung pada 27 April 2018. Hasilnya, Anif mengantongi 418 suara, Endra (198), Djoko (140), dan Widodo (257), dan satu suara tidak sah. Dengan hasil itu berarti Anif Punto Utomo terpilih menjadi Ketua Umum Kageogama Periode 2018-2021. Serah terima terima kepengurusan akan dilakukan bersamaan dengan acara Geoweek pada September 2018 di Yogyakarta. @
(Diambil dari buku ‘Told and Untold Story Geologi UGM’)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here