Pak Bondan Gunawan

0
22

Pak Bondan Gunawan

Ditulis oleh Intan 95

Saya ingat membaca di koran, pertemuan Pak Bondan Gunawan – waktu itu Mentri Sekretaris Negara – dengan Tengku Abdullah Syafei, pemimpin sayap militer GAM (Gerakan Aceh Merdeka), di tahun 2000. Waktu itu saya masih mahasiswa. Saya ingat foto yang terpasang di berita itu. Tgk. Abdullah Syafei di sebelah kiri dengan baju loreng hijaunya, Pak Bondan dengan baju koko putih berselempang sajadah di salah satu bahunya. Entah kenapa saya sangat terkesan dengan foto itu. Mungkin karena saya dari Aceh. Mungkin karena Tgk. Abdullah Syafei adalah orang yang sulit untuk ditemui namun Pak Bondan berhasil menemuinya, mungkin karena Pak Bondan hadir dengan pakaian yang menunjukkan persahabatan.

Tidak saya sangka, saya bisa bertemu dengan Pak Bondan, 15 tahun kemudian, dalam salah satu acara ‘Pincukan’/silaturahim Kageogama (Keluarga Alumni T. Geologi UGM). Tidak saya sangka, beliau adalah senior saya di kampus. Tidak saya sangka, beliau begitu ramah dan tak memasang jarak dengan junior bau kencur seperti saya. Saya dan teman-teman lain mengerubungi beliau yang penuh semangat berbagi pengalaman. Begitu mengetahui kalau saya dari Aceh, beliau langsung mencari-cari sesuatu di folder HP nya. Ternyata, foto beliau bersama Abdullah Syafei. Beliau masib menyimpannya. Saya pandangi foto itu dengan hati bergetar. Bukti sejarah akan usaha Pak Bondan (dan Gus Dur) membuka jalan perdamaian dengan Aceh. Semoga ini menjadi amal jariah buat beliau berdua, amin…

Setelahnya, saya masih bertemu beliau di acara buka puasa di rumah Pak Basuki, mentri PUPR. Saya salami beliau. Beliau masih ingat pada saya. Sungguh ingatan yang mengagumkan.

Pernah pula saya sowan ke rumah beliau bersama para pengurus Kageogama yang lain. Rumah yang mengesankan buat saya. Dengan rak buku, dengan meja rapat di salah satu bagian ruang tamu, lengkap dengan papan tulisnya. “Meja diskusi,” kata beliau. Kesan saya yang hanya 3x bertemu, beliau benar-benar seorang pembelajar, aktivis, dan senang berbagi ilmu. “Sering-sering datang kemari,” katanya. “Disini ada diskusi anak-anak muda setiap bulan.” Sayang saya tidak pernah punya kesempatan untuk memenuhi undangan tersebut.

Pertemuan terakhir, Maret tahun ini, di rumah sakit. Beliau sakit. Dan tak sadar. Kami yang menjenguk, hanya dapat berdiri di samping tempat tidur beliau, memanjatkan do’a pada Allah, mengharapkan kesembuhannya.

Namun ternyata waktunya telah tiba. Beliau berpulang ke Rahmatullah pada hari ini. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun. Semoga almarhum Pak Bondan Gunawan husnul khatimah, diampuni semua dosanya, diterima amal baiknya, dilapangkan kuburnya, dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah. Shalawat dan alfatihah..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here