Warisan Pemikiran Mas Bondan : Setiap Anggota Kageogama, Bisa Menjadi Menteri, Kenapa?

0
15
Hari meningalnya pak Bondan pak menteri basuki datang

Warisan Pemikiran Mas Bondan : Setiap Anggota Kageogama, Bisa Menjadi Menteri, Kenapa?

Oleh : Amin 2008

Inalillahi Wainailaihi Rajiun, mas Bondan berpulang

Ia telah memberikan sebuah warisan pemikiran

Masih segar di ingatan kita pada momen Buka Puasa Bersama di Widya Candra, disitu hadir dua orang yang pernah mengapai cita cita sebagai Menteri Republik Indonesia, Mas Bondan Gunawan dan Mas Basuki, sebuah momen ceria penuh tawa canda dan juga inpirasi.

Saya mendengarkan percakapan Mas Bondan dengan Mas Rovicky, bagaimana mereka berbincang mengenai persatuan. Ia bercerita bagaimana menyatukan rakyat akar rumput dibawah naungan NKRI adalah sebuah mahakarya dari para pendahulu negara kita dan harus terus dijaga. Saya yakin, berkali kali kuliah lapangan dan kuliah kerja nyata yang dilakukan oleh mahasiswa geologi UGM adalah kesempatan langka untuk berempati, melihat realita sesungguhnya mengenai kondisi indonesia di tempat tempat yang jauh dari pencakar langit, hanya ada sungai, ilalang, dan mencari batu. Terinspirasi dari realita lapangan ketika kuliah, ia ingin menjadikan rakyat lebih baik, dan kemudian menanjaki karir sebagai seorang menteri di NKRI.

Mas Bondan ketika di widya candra itu memberikan sebuah pidato singkat yang menarik mengenai lateral thinking, dia bilang bahwa kemampuan untuk belajar dan mengamati detail detail kecil dari mulai fosil, mineral, batuan, hingga ke sebuah peta adalah kemampuan konstruksi ide integratif yang jarang dimiliki oleh lulusan lain. Kedewasaan berfikir dan kemampuan mengabungkan data data kecil menjadi sebuah ide besar, hal ini dia yakini menjadi modal yang menjadikan Geolog Gadjah Mada menang dalam karir dibandingkan lulusan jurusan jurusan lainnya.

Mas Bondan adalah seorang tokoh, namun ia tidak pernah absen untuk datang ke acara kumpul kumpul kageogama dalam beberapa tahun terakhir. Terakhir ia datang memenuhi undangan acara ulang tahun Geo 83, seolah ingin memberikan inspirasi kepada yang muda bahwa sesukses apapun kita, apapun yang kita capai, tetap nanti pada akhirnya paling nyaman berkumpul bersama keluarga alumni Geologi Gadjah Mada.

Setidaknya, pelajaran dari tiga hal tersebut yang menjadikan seseorang bisa mengapai apa saja, yaitu empati terhadap kondisi masyarakat, lateral thinking, dan silaturahmi yang dijaga tetap erat.

Mas Bondan mungkin pada masanya berjuang sendiri untuk mengapai posisi Menteri di pemerintahan, namun sudah saatnya kita sebagai KAGEOGAMA sadar bahwa di sinilah, di organisasi inilah tempat kita nantiya akan menghabiskan hari tua, bersama sahabat dan teman dekat.

Saya yakin, KAGEOGAMA dan anggotanya memiliki banyak potensi besar sebagai sebuah organisasi dan individu bila mampu terhubung dengan baik antara generasi, kompak dan saling menghormari satu sama lain, dan saya juga yakin, kedepan kita dapat memunculkan menteri menteri baru dari KAGEOGAMA, tinggal pertanyaannya, bagaimana kita bisa saling bahu membahu membantu?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here