BINCANG PENGALAMAN BEASISWA MANCANEGARA

Pada 11 Februari 2022 Kageogama menggelar kegiatan berbagi pengalaman mendapatkan beasiswa dan adaptasi di negara tempat studi. Kegiatan yang bertajuk “Shape Your Own Future Career Pathway Through Studying Abroad” digelar secara daring dimulai pada pukul 16.00 WIB dan berakhir pada 18.25 WIB dengan menghadirkan tiga narasumber dan dipandu oleh Mashuri dari Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada.

Tiga narasumber yang dihadirkan pada kesempatan ini, adalah Maghfira abida angkatan 2012 program studi S1 Teknik Geologi UGM yang mendapatkan kesempatan studi di University College London dan mengambil program studi Earthquake Engineering untuk jenjang master. Ahmad Fauzi Purwandono angkatan 2007 program studi S1 Teknik Geologi UGM yang mendapatkan beasiswa doktor (PhD) pada Tectonic Research Group di Utrecht University. Saefudin Juhri sendiri angkatan 2012 program studi S1 Teknik Geologi UGM yang belajar Earth Resources Engineering pada Kyushu University.

Ahmad Fauzi Purwandono menyebutkan bahwa salah satu syarat utama yang diperlukan untuk mendapatkan beasiswa di New Zealand adalah dengan memerlukan standar TOEFL (IbT) dan IELTS. kebijakan penyeleksian penerimaan tergantung pada jurusan yang ditempuh. Terkait dengan studi S3 harus melalui korespondensi terlebih dulu dengan universitas tujuan. Kesesuaian dengan minat riset profesor akan memperbesar peluang penerimaan beasiswa. Kendala bahasa tidak dialami di New Zealand karena dominan menggunakan bahasa Inggris, kecuali ingin memahami bahasa suku setempat yakni Maori. New Zealand scholarships menanggung living cost, tuition fee, asuransi dan tiket pergi pulang satu kali.

Mahasiswa yang datang tidak disibukkan dengan masalah administrasi. Untuk Jepang, ada banyak opsi beasiswa yang bisa didapatkan setelah masuk universitas dengan nilai beragam. Nilainya mencapai 30.000 yen hingga 200.000 yen per bulan. Sebagai gambaran, biaya hidup rerata di Jepang untuk kawasan Kyushu mencapai 120.000 yen per bulan. Tips untuk hidup di luar negeri ketika belajar, giatlah hidup hemat untuk bisa menyisihkan uang yang ada bagi kegiatan atau kepentingan lain.

Maghfira Abida memandang menarik belajar di Inggris, karena kurikulum yang terbaru dengan modul spesifik dan bisa diterapkan dalam industri. Mempelajari bidang kebencanaan di daerah yang relatif minim kebencanaannya menjadi hal menarik. Pilihan ke Inggris juga didasari oleh keringkasan untuk tak lagi belajar bahasa asing selain bahasa Inggris sebagaimana mungkin akan ditemui mereka yang studi di negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris (dalam kesehariannya) seperti Jerman atau Jepang. LPDP memberikan kesempatan cukup banyak dalam benefit beasiswanya.

Benefit-benefit yang ada meliputi tuition fee, dana pendaftaran, tunjangan buku, dana bantuan penelitian tesis/ disertasi, dana bantuan seminar internasional, dana bantuan publikasi jurnal internasional, dana transportasi, dana aplikasi visa, dana asuransi kesehatan, dana hidup bulanan, dana kedatangan, dana keadaan darurat, dana lomba internasional, dana tunjangankeluarga, insentif keluusan, dana pelatihan kursus wajib, dana ujian ketrampilan, dana uji kompetensi, tunjangan pendamping.

Saefudin Juhri menyatakan ketertarikan memahami panas bumi utamanya geokimianya. Ada beberapa negara di dunia yang cukup piawai pendalamannya namun kemudian negara Jepang dianggap pilihan yang tepat. Tidak ada syarat tertulis IPK minimum maupun nilai tes bahasa Inggris. Namun demikian, antar universitas bisa berbeda kebijakan perihal syarat kecakapan bahasa Inggris. Diutamakan untuk mencari profesor yang minat risetnya sama.

Bahasa Jepang menjadi tantangan untuk bisa dipahami ketika berada di Jepang, utamanya untuk komunikasi sehari-hari dan memastikan makanan yang dikonsumsi aman menurut pandangan pemeluk Islam. Beasiswa secara umum dari universitas bersifat beragam. JICA mencakup tuition fee dan living cost. Living costnya memadai untuk hidup mandiri dan masih ada yang bisa disimpan. Tiket pesawat ke lapangan, berangkat dan kepulangan. INPEX, living cost dan tuition fee untuk S2 dan S3. Namun secara umum untuk beasiswa dari universitas, hanya ditanggung living cost saja atau tuition fee saja. Namun demikian, kadangkala bisa mendapatkan diskon tuition fee mencapai 100%.

Dr. Agung Harijoko pada akhir perbincangan menyampaikan bahwa pantang menyerah adalah hal penting dalam mencapai tujuan beasiswa. Beliau mendorong agar lebih banyak lagi generasi muda yang tertarik untuk menempuh pendidikan di luar negeri untuk mengembangkan wawasan dan pengalaman pada lingkungan berbeda.

One thought on “BINCANG PENGALAMAN BEASISWA MANCANEGARA

Leave a Reply

Your email address will not be published.